Kebijakan Perusahaan Penyedia Aplikasi Ojek Online telah merugikan banyak driver

Kebijakan Perusahaan Penyedia Aplikasi Ojek Online Yang telah merugikan banyak driver


ONLINEJEK


Admin disini memberikan sedikit gambaran yang menjadi masalah viral bagi driver ojek online, taksi online yang telah merubah pola hidup maasyarakat. Dengan adanya aplikasi baru yang telah merubah segalanya yaitu OJEK ONLINE baik itu GOJEK, UBER MAUPUN GRAB. Aplikasi yang telah menjadi primadona bagi kalaman masyarakat, baik kalangan menengah keatas maupun kalangan menengah kebawah.

Dengan kemudahan menggunakannya serta layanan dan fasiitas yang di berikan perusahaan aplikasi tersebut telah memudahkan masyarakat untuk bepergian atau berbelanja tanpa harus keluar rumah. Tarif yang menurut saya pribadi cukup murah dibandingkan dengan naik angkutan umum maupun ojek pangkalan. Karena cukup dengan menekan tombol di hansphone kita tidak perlu keluar rumah atau tinggal menunggu driver datang.
Namun disisi lain ada hal pahit yang mungkin telah banyak driver rasakan dari dari hal kecil sampai hal yang mungkin banyak driver keluhkan.

Disini admin selaku penulis blog admin juga mejadi bagian dari pada pengguna  aplikasi tersebut, maka dari itu admin tahu persis bagaimana sistem aplikasi tersebut yang telah merugikan driver maupun menguntungkan sebelah pihak. Dengan iming-iming dan bonus besar semua driver berlomba-loma untuk mendapatkan lebih banyak orderan serta mendapatkan bonus yang telah perusahaan berikan. Namun dilain pihak tidak semudah yang dibayangkan orang-orang semestinya. 

Semua driver pastinya menginginkan hal tersebut, namun kenyataan dilapangan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dengan tarif murah bahkan gratis bagi kalangan masyarakat yang mendapatkannya diskon semua pasti menginginkan hal tersebut. Baik dari yang berkantong tebal maupun kalangan menengah kebawah.

Namun cukup miris dengan tarif murah, telah banyak driver mengeluhkan hal tersebut. Sistem dan kebijakan perusahaan ojek online saat ini telah merugikan driver baik dari tarif murah, orderan susah, sistem gagu yang di berlakukan serta pemutusan mitra secara sepihak akibat daripada driver overload. Tidak ada ballance dengan orderan yang telah ada.

Perusahaan penyedia aplikasi pun tidak perduli dengan apa yang dilapangan, mulai dari biaya operasional bahkan hal-hal yang mungkin terjadi dilapangan seperti kecelakaan.

Dengan persaingan yang ketat antara perusahaan penyedia aplikasi tersebut, telah berdampak pada penghasilan driver, karena perusahaan tidak perduli dengan kesejahteraan driver serta menjadikan driver sebagai ujung tombak perusahaan untuk mendongkrak eksistensi perusahaan.

Tarif murah bukan menjadi eksistensi sebuah perusahaan, tarif murah hanya akan membuat driver semakin ditekan serta tidak akan merubah pola hidup masyarakat yang suka murah dan banyak diskon.



0 komentar